412.1 Menulis teks ulasan dengan memperhatikan struktur, kaidah-kaidah bahasa, dan data produk, karya, atau benda. 4.12.2 Memajang teks ulasan untuk dikomentari peserta didk lain 4.12.3 Membuat tanggapan tentang kualitas karya (film, cerpen, puisi, novel, karya seni daerah, dll.) dalam bentuk teks ulasan secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, unsur 5 Setelah menentukan struktur teks editorial, tentukan kaidah kebahasaan dari teks editorial yang berjudul “Antisipasi Bencana Ganda”! 6. Tuliskan hasil diskusimu dalam format tabel LKPD! 7. Unggahlah hasil diskusimu untuk ditanggapi kelompok lain! C. Tujuan Pembelajaran 1. siswa mampu menentukan struktur teks editorial A Hakikat Pembelajaran Menelaah Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Menyajikan Tanggapan Teks Ulasan Pada Kurikulum 2013 revisi mata pelajaran bahasa Indonesia adalah berbasis teks. Halliday dan Ruqiyah dalam Mahsun (2014: 1) mengungkapkan, “Teks merupakan jalan menuju pemahaman tentang bahasa. Itu sebabnya, teks merupakan Strukturdan kaidah teks ulasan film/drama Andi Mauliana. Kd 3.11 dan 3.12 Isi makalah memahami kaidah kebahasaan dari teks "Utopia Rakyat Bonjeur" penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut. Telaah pustaka merupakan proses menelaah buku-buku untuk memeroleh informasi mengenai materi serta mencari teori-teori Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Jakarta Pengertian teks drama adalah teks yang bermuatan kisah yang dikemas melalui dialog untuk dibawakan melalui seni peran atau akting untuk menggambarkan cerita dan berbagai peristiwa yang disajikan dalam suatu pentas drama. Secara umum, pengertian teks drama adalah suatu teks cerita yang dipentaskan di atas panggung atau biasa disebut teater ataupun tidak dipentaskan di atas panggung seperti drama radio, televisi, dan film. Drama secara luas dapat diartikan sebagai salah satu bentuk sastra yang isinya tentang suatu kehidupan yang disajikan atau dipertunjukkan dalam bentuk gerak. 7 Ciri-Ciri Drama, Lengkap Jenis, Struktur, dan Pementasannya Unsur-Unsur Drama, Pengertian, dan Jenisnya yang Benar, Berikut Penjelasannya Pengertian Drama Menurut Para Ahli, Ketahui Ciri-ciri dan Unsurnya Sebagai sebuah karya sastra, drama memiliki keunikan tersendiri. Teks drama diciptakan hanya untuk dibaca saja, namun juga harus dapat dipentaskan oleh para tokoh atau lakonnya. Dengan begitu pembuatan teks drama harus sesuai dengan kaidah kebahasaannya. Untuk lebih rinci, berikut ini penjelasan mengenai pengertian teks drama beserta karakteristik, struktur, unsur, dan kaidah kebahasaannya yang telah dirangkum oleh dari berbagai sumber, Senin 20/9/2021.Menurut Waluyo, pengertian teks drama adalah salah satu genre karya sastra yang sejajar dengan prosa dan puisi namun bentuknya berbeda. Sedangkan menurut Kemendikbud, pengertian teks drama adalah sebuah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku akting atau dialog yang dipentaskan. Sejalan dengan itu, ada pengertian lain menurut Kosasih mengenai pengertian teks drama adalah bentuk karya sastra yang bertujuan untuk menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan pertikaian dan emosi melalui lakon dan Teks DramaIlustrasi menulis dok. ElmiraSebagai karya sastra yang berbeda dari karya sastra lainnya, teks drama memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut ini, di antaranya 1. Memuat dialog atau percakapan yang dapat dibawakan oleh pemeran atau lakon drama. 2. Mengandung cerita, kisah, atau narasi yang sampaikan melalui dialog atau percakapan antar tokohnya. 3. Teks memiliki petunjuk khusus yang harus dilakukan oleh pemerannya, seperti mengatur ekspresi marah atau senang, melakukan aksi berlari/melompat, dsb. 4. Karena drama secara eksklusif menggunakan dialog sebagai isinya, maka penulisan percakapan tidak usah menggunakan tanda petik “”.Struktur Teks DramaIlustrasi Menulis. Credit Kemdikbud, struktur teks drama adalah sebagai berikut ini 1. Prolog Adalah kalimat atau kata-kata pembuka, pengantar, maupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu yang telah di set dalam teks drama. 2. Orientasi Merupakan pengenalan dan pengaturan aksi dan tempat yang meliputi pengenalan tokoh, menyatakan situasi dan cerita, hingga permulaan dalam mengajukan konflik yang akan terjadi dalam kisah yang dibawakan dalam drama. 3. Komplikasi Komplikasi atau disebut juga sebagai bagian tengah cerita yang mulai mengembangkan konflik. Pada bagian ini tokoh utama akan menemukan berbagai rintangan antara ia dan tujuan atau keinginannya. Tokoh juga kerap mengalami berbagai kesalahpahaman dalam perjuangannya untuk menghadapi berbagai rintangan tersebut. 4. Resolusi Denouement Yakni penyelesaian dari komplikasi atau berbagai rintangan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai komplikasi atau klimaks puncak konflik yang menyekat komplikasi dan resolusi yang sebelumnya telah dihadirkan. 5. Epilog Merupakan bagian penutup dari drama berupa kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat mengenai keseluruhan isi drama. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh Teks DramaAda beberapa unsur-unsur teks drama yang perlu Anda ketahui, di antaranya 1. Alur, yaitu berupa rangkaian cerita yang terjadi pada drama. 2. Amanat, yaitu pesan yang terkandung dalam drama. 3. Tokoh, yaitu pelaku yang memerankan seorang karakter dalam cerita. 4. Penokohan adalah penggambaran watak setiap tokoh. Ada 3 macam tokoh, protagonis yaitu tokoh yang menampilkan kebaikan, antagonis yaitu tokoh jahat atau tokoh penentang kebaikan, dan tritagonis yaitu tokoh pendukung protagonis. 5. Tema, yaitu ide pokok cerita atau gagasan. 6. Aneka sarana kesastraan dan kedramaan yang mendukung penampilan pelaku dalam suatu drama, contohnya tata panggung dan tata Menulis Teks DramaBerikut ini ada beberapa langkah-langkah menulis teks drama yang penting untuk diketahui, di antaranya 1. Menentukan tema. 2. Menciptakan setting/latar. 3. Menciptakan tokoh. 4. Menciptakan dialog antartokoh. 5. Menciptakan teks samping . 6. Menulis serangkaian adegan dalam draft sehingga membentuk alur. 7. Menyunting draft awal, kemudian menulis naskah drama berdasarkan Kebahasaan Teks DramaIlustrasi Menulis Credit atau ciri kebahasaan teks drama yang paling kuat adalah di dalamnya hampir semua berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Sehingga, kalimat-kalimat yang tersaji di dalamnya hampir semuanya berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Karena drama banyak menggunakan tuturan langsung, maka sebagaimana halnya percakapan sehari-hari, dialog dalam teks drama sering kali menggunakan kosakata percakapan, seperti oh, ya, aduh, sih, dong. Selain itu, menurut tim Kemdikbud teks drama memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut 1. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu konjungsi kronologis seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian. 2. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, contohnya menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat. 3. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, contohnya merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami. 4. Menggunakan kata-kata sifat descriptive language untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana, seperti misalnya, rapi, bersih, baik, gagah, kuat. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 107  Kegiatan dan Instrumen Penilaian • Penilaian afektif berkenaan dengan kesantunan, kreativitas, dan keterbukaan siswa memahami isi drama dan memerankannya. Guru dapat mencatat sikap-sikap lainnya yang muncul dalam kegiatan itu. Penilaian tersebut dapat dinyatakan secara deskriptif. Nama Siswa Afektif Kesantunan Kreativitas Keterbukaan • Penilaian kognitif dilakukan ketepatan dan kelengkapan jawaban siswa atas soal-soal yang sifatnya menguji pemahaman siswa, seperti yang terjadi pada Kegiatan Nama siswa .... Kegiatan Kriteria Penilaian Ketepatan Kelengkapan Kebakuan Ba- hasa • Penilaian psikomotor dalam subpelajaran ini dilakukan atas kinerja siswa dalam memerankan drama dan mengomunikasikan hasil- hasil kegiatan diskusinya. Kriteria penilaiannya, di antaranya dapat menggunakan rubrik yang tersaji dalam Buku Siswa. C. Menelaah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Drama Kompetensi Dasar Menelaah karakteristik unsur dan kaidah kebahasaan dalam teks drama yang berbentuk naskah atau pentas.  Proses dan Prosedur Pembelajaran  Mengamati Model • Guru kembali menunjukkan suatu model drama dalam Buku Siswa untuk dibaca siswa atau dengan melalui penayangan dengan LCD. • Guru meminta siswa untuk mengamati teks tersebut dan mencatat hal-hal yang mereka anggap menarik, terutama berkaitan dengan struktur dan kaidahnya sepanjang yang mereka pahami. 108 Judul teks drama .... Catatan Hasil Pengamatan Siswa Aspek Hasil Pengamatan 1. Struktur Teks 2. Kaidah Teks • Hasil-hasil pengamatan siswa dibacakan secara bergiliran untuk kemudian dijadikan bahan pertimbangan dalam pembahasan berikutnya.  Menanya • Guru membagikan potongan kertas post-it kepada kelompok- kelompok siswa untuk diisi dengan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan struktur dan kaidah drama yang diamatinya. Kelompok .... Aspek Pertanyaan • Guru mengumpulkan kartu-kartu itu dan mencatat menempelkan di papan tulis. • Pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan KD dijadikan sebagai fokus arah pembelajaran pada langkah berikutnya. Kelompok Penanya Pertanyaan Fokus Pembelajaran  Menalar • Guru memfasilitasi siswa untuk mendiskusikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka rumuskan. Hasilnya dibacakan secara bergiliran untuk dirumuskan pula kesimpulannya yang benar. • Jawaban-jawaban siswa perlu diuji kebenarannya dengan cara meminta mereka untuk mencocokkannya dengan paparan materi dalam Buku Siswa dan sumber-sumber lainnya yang relevan siswa buku-buku di perpustakaan, e-book, laman-laman dalam internet. 109 Daftar Bacaan yang Dibaca Siswa Bentuk Bacaan Judul Uraian Pokok • Guru melakukan curah pendapat berkenaan dengan temuanhasil- hasil membaca siswa, terutama berkenaan dengan struktur dan kaidah drama. Temuan-temuan Siswa Sumber Bacaan Kesimpulan  Mengasosiasikan • Guru perlu mengembangkan pemahaman siswa tentang struktur dan kaidah drama dengan mengerjakan latihan yang ada pada Kegiatan • Guru memfasilitasinya dengan memberikan sejumlah referensi, baik itu berupa buku-buku e-book tentang teori drama dan bahan- bahan bacaan lainnya. • Siswa itu sendiri diminta pula untuk berselancar melalui internet ataupun membuka e-book yang dimilikinya guna memperkaya jawaban-jawaban mereka pada kegiatan-kegiatan latihan itu. • Guru memperkaya materi pembelajaran dengan membahas masalah kebahasaan, khsususnya tentang kalimat tanya, dengan tetap mengaplikasikannya pada teks drama yang telah dipelajari siswa lihat Jendela Bahasa. • Guru melakukan penilaian terhadap afektif, kognitif, dan psikomotor siswa selama proses kegiatan berlangsung dan beserta hasil- hasilnya.  Mengomunikasikan • Guru meminta setiap perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan ditanggapi oleh kelompok lainnya dengan menggunakan format penilaian seperti yang tersedia di dalam Buku Siswa. 110 • Guru dapat memberikan penilaian terhadap aktivitas siswa dengan memanfaatkan tanggapan-tanggapan mereka pada presentasi temannya itu.  Kegiatan dan Instrumen Penilaian • Penilaian afektif berkenaan dengan sikap rasa ingin tahu, kritis, dan bertanggung jawab selama siswa melakukan penelahaan terhadap struktur dan kaidah drama. Nama Siswa Afektif Rasa Ingin Tahu Kritis Bertanggung awab • Penilaian kognitif dilakukan ketepatan dan kelengkapan jawaban siswa atas soal-soal kognitif yang terdapat pada Kegiatan Kriteria penilaian berdasarkan aspek ketepatan, kelengkapan, dan kebakuan bahasanya. Nama Siswa Kognitif Ketepatan Kelengkapan Kebakuan • Penilaian psikomotor dapat berupa penilaian praktik, yaitu difokuskan pada kegiatan siswa ketika mempresentasikan hasil diskusinya. 111 Nama Kelompok Siswa Aspek Penilaian Jumlah Keruntutan Kejelasan Komunikatif D. Menulis Teks Drama Menelaah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Drama Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu Menelaah karakteristik stuktur dan kaidah kebahasaan dalam teks drama yang berbentuk naskah atau pentas. 1. Struktur Teks Drama Struktur drama yang berbentuk alur pada umumnya tersusun sebagai berikut. a. Prolog merupakan pembukaan atau peristiwa pendahuluan dalam sebuah drama atau sandiwara. Bagian ini biasanya disampaikan oleh tukang cerita dalang untuk menjelaskan gambaran para pemain, gambaran latar, dan sebagainya. b. Dialog merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematika yang dihadapi, dan cara manusia dapat menyelesaikan persoalan hidupnya. Di dalam dialog tersaji urutan peristiwa yang dimulai dengan, orientasi, komplikasi, sampai dengan resolusi. 1 Orientasi, adalah bagian awal cerita yang menggambarkan situasi yang sedang sudah atau sedang terjadi. 2 Komplikasi, berisi tentang konflik-konflik dan pengembangannya gangguan-gangguan, halangan-halangan dalam mencapai tujuan, atau kekeliruan yang dialami tokoh utamanya. Pada bagian ini pula dapat diketahui watak tokoh utama yang menyangkut protagonist dan antagonisnya. 3 Resolusi, adalah bagian klimaks turning point dari drama, berupa babak akhir cerita yang menggambarkan penyelesaian atas konflik- konflik yang dialami para tokohnya. Resolusi haruslah berlangsung secara logis dan memiliki kaitan yang wajar dengan kejadian sebelumnya. c. Epilog adalah bagian terakhir dari sebuah drama yang berfungsi untuk menyampaikan inti sari cerita atau menafsirkan maksud cerita oleh salah seorang aktor atau dalang pada akhir cerita. 2. Kaidah Kebahasaan Drama Sebagaimana yang tampak pada contoh drama tersebut kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks drama hampir semuanya berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Kalimat langsung dalam drama lazimnya diapit oleh dua tanda petik ”....”. Teks drama menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilognya. Karena melibatkan banyak pelaku tokoh, kata ganti yang lazim digunakan adalah mereka. Lain halnya dengan bagian dialognya, yang kata gantinya adalah kata orang pertama dan kedua. Mungkin juga digunakan kata-kata sapaan. Seperti yang tampak pada contoh teks drama tersebut bahwa kata-kata ganti yang dimaksud adalah aku, saya, kami, kita, kamu. Adapun kata sapaan, misalnya, anak-anak, ibu. Sebagaimana halnya percakapan sehari-hari, dialog dalam teks drama juga tidak lepas dari munculnya kata-kata tidak baku dan kosakata percakapan, seperti kok, sih, dong, oh. Di dalamnya juga banyak ditemukan kalimat seru, suruhan, pertanyaan. Perhatikan contoh berikut! 1. Selamat pagi, Anak-anak! 2. Selamat pagi, Buuuuuu! 3. Wah...jangan marah dong, aku kan cuma bercanda! 4. Arga, kenapa sih kamu selalu usil? 5. Kenapa kamu selalu mengejek aku? 6. Memangnya kamu suka kalau diejek? 7. Aduh...maaf deh! Kamu marah ya, In? Selain itu, teks drama memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut. 1 Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu konjungsi temporal, seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian. 2 Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat. 3 Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, seperti merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami. 4 Menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana. Kata-kata yang dimaksud, misalnya, ramai, bersih, baik, gagah, kuat.

menelaah struktur dan kaidah kebahasaan teks drama